
Suatu hari kaka Alief sulung kami, curhat tentang sekolahnya untuk kesekian kali.
“Mah…aku pas pulangan di panggil duluan terus aku di bilang “Calon Penghuni Syurga” sama bu Guru”.
“Oh ya…Subhanallah…kok bisa kaka di bilang Calon Penghuni Syurga, memangnya kenapa ?”.
“Aku kan sholatnya full mah jadi di bilang calon penghuni syurga, temanku juga ada tapi enggak banyak”.
“Alhamdulillah…iya ya kalau sholat kita full kan artinya memang jadi calon penghuni syurga nantinya, apalagi kalau sholatnya enggak di suruh suruh wahhhh….makin di sayang tuh sama Allah, trus kalau yang sholatnya enggak full di marahin enggak sama bu guru?”
“Enggak sih mah….”
Lalu apa yang terjadi setelah sulungku mendapat gelar ini. Kak Alief lebih bahagia dan PD nya makin tinggi, itu salah satunya, dan Insya Allah makin termotivasi dan memiliki rasa tanggung jawab untuk memelihara gelarnya ini. Terbukti, bila saya mengingatkan akan waktu sholat, cukup saya bisikan..”psssstt…calon penghuni syurga sudah sholat belum?”. “Oh iya…aku lupa mah”, sambil terus berlari ngambil gayung dan acara wudhu pun segera di mulai. Tidak ada paksaan, tidak ada teriakan, semua berjalan damai. Bahkan yang menjadi catatan saya dua minggu belakangan ini, kaka meminta saya membangunkannya sholat Subuh tepat waktu, memang sih kadang berhasil kadang tidak, namun bukan itu yang menjadi pointnya. Sulung saya sudah memiliki keinginan dari hatinya sendiri untuk menegakkan Dien nya ini. Alhamdulillah…terimakasih tak terhingga untuk Ibu guru yang telah memperkenalkan Islam kepada buah hati saya, tidak lewat doktrin dan paksaan, tapi lewat Cinta dan Kasih Sayang.
Balikpapan 6 April 2008
Catatan mamah : gelar sayang dari bu gurunya ini Alhamdulillah membawa perubahan positip yang terus berlanjut, ibarat virus menyebar ke kegiatan kaka lainnya, sekarang untuk bangun pagi jadi terbalik mamahnya yang di bangunkan, karena kaka berkeras yang pegang alarm hp, sholat tepat waktu, mandi pagi jam setengah enam, dan jam tujuh harus sudah ada di sekolah. Bila semester satu mamah yang rese nyuruh kaka cepat cepat takut terlambat, sekarang jadi sebaliknya. Perubahan kaka ini pun memakan korban, satu de Rizqy yang jadi berkurang jadwal ASI paginya dan kaka Ara yang kadang belum puas di peluk peluknya. Untuk perubahan positip kaka Alief ini semoga Allah tetap menjaga sampai akhir hayat kaka, juga menjadi contoh buat kedua adiknya, dan mamah papahnya tentu saja, amien ya Robbal A'lamin.