“Romantic Dinner”, suasana yang bertahun tahun ini selalu ku angan angankan dan ternyata betapa susah untuk di wujudkan. Saking susahnya butuh waktu tujuh tahun untuk menghadirkan impian ini di dalam kehidupan nyata
.
Satu tahun sebelum kaka Alief lahir adalah masa ke emasan dalam romantisme cinta kami
. Tiada malam tanpa pergi berduaan, dinner, ke bioskop, dengerin music, siang janjian lunch, malamnya masih pula berkeliaran di jalanan. Satu tahun pertama yang isinya hanya ada aku, si Aa dan udara penuh cinta di sekitar kita (uhuk..uhuk). Di tahun ke dua aura cinta masih kuat terasa, hanya temanya telah focus pada buah cinta yang sedang bersemayan di perut si bunda.
Lalu lahirlah anak pertama. Kaka alief yang super aktif benar benar telah membuat kami berdua belajar keras bagaimana menjadi orang tua yang bisa minimal sedikit saja beradaptasi dengan kehebohan anak pertamanya ini. Saat bekal ilmu kami masih seputar merawat anak pertama, Allah memberi amanah lagi dengan kehadiran anak kedua, begitupula dengan anak ke tiga. Jarak usia 3 tahun antara anak yang satu dengan yang lainnya, benar benar membuat energy dan pikiran kami terkuras hanya untuk mereka bertiga. Tujuh tahun ini di mata, hati dan pikiran kami hanya ada kaka Alief, Ara dan de Rizqy
. Prioritas yang utama adalah anak anak semata, lalu tanpa di sadari tak pernah ada lagi prioritas untuk “cinta” kami.
Menyesalkah aku dengan situasi seperti itu ?? Alhamdulillah dan Insya Allah TIDAK, anak anak pun adalah sumber ilmu dan kebahagiaan yang tiada bandingannya. Aku bahagia Allah meng amanahkan mereka pada kami berdua
. Namun sebagai seorang ibu yang serba terbatas kemampuannya, ada kalanya dalam kelelahan yang luar biasa, apalagi kalau batre emosi sudah mulai suak, bayangan khayalan dan impian indah itu selalu saja berkelebat. Ahh.. bagaimana mungkin Romantisme cinta di tahun pertama itu, seperti lenyap dalam sekejap, menguap begitu saja dalam rutinitas rumah tangga yang tak akan pernah ada habisnya. Mengapa sulit sekali untuk menyisipkan satu agenda saja, minimal satu tahun sekali, yang temanya tentang kita berdua, aku dan si Aa .
Namun kali ini tekadku bulat sudah, di tahun 2007 ini tema cinta sudah mulai masuk kategori urgent untuk di masukkan dalam skala prioritas, apalagi selama rentang tujuh tahun ini aku tiga kali ngambek berat dan mulai mempertanyakan sesuatu hal yang KLISE sekali, “papah ini sebenarnya masih cinta enggak sama mamah” (swit swiyyyy….), persis di sinetron saja
. Kali ini untuk urusan dana aku tutup mata dan telinga dengan berbagai keperluan rumah tangga yang enggak pernah habisnya, sudah semenjak lebaran kemarin aku menabung untuk acara kami ber dua ini, bule Ani pun jauh hari sudah ku ajak kompakkan untuk menjaga anak anak hingga malam. Si Aa sudah ku wanti wanti untuk tidak mempunyai acara di hari yang sudah di tentukan ini. Dan yang terakhir anak anak sudah ku beri informasi bahwa Jum’at malam mamahnya terlambat pulang karena ada “urusan orang tua
” yang harus segera di selesaikan.
Mengobrol hal yang ringan ringan, menikmati hidangan tanpa di buru buru waktu, melihat mata si Aa yang hanya focus pada ku, penampilan rapi yang malam ini khusus untuk ku, sungguh telah membuat bahagia dan berbunga bunga hatiku. Romantic Dinner yang ku impikan telah menjadi kenyataan. Tahun depan kita ulang lagi ya sayang???? 
Selamat Milad ke 9 cinta
Semoga Allah selalu memberi cahaya untuk cinta kita
.
Dapeen, 30 November 2007
Note :
Thanks a lot to si empunya buku “Kitchen Table Melody” untuk inspirasi nya
. Untuk urusan cinta tidak harus si dia yang memulai ternyata, awalnya beratttt, tapi Alhamdulillah Allah memberi jalan untuk aku agar bisa melewatinya. Lebih dari itu merawat cinta memang perlu di USAHAKAN bukan hanya di angan angan.